Tips Memainkan Kunci Balok / Gantung

belajar kunci gantung atau balok dengan mudahPara gitaris pasti tahu dengan kunci balok atau gantung. Kunci yang dapat dikatakan sangat membuat kesal untuk gitaris pemula yang belajar gitar. Kunci gantung (menurut pendapat saya) menjadi hal yang dapat membuat para gitaris pemula berputus asa dan menghentikan untuk belajar gitar karena kunci gantung atau balok ini. Hal yang menyusahkan adalah dimana jari telunjuk harus menekan lebih daripada satu senar. Tips untuk memainkan kunci balok atau gantung sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah. Tips ini hanyalah untuk memudahkan kita untuk bermain kunci yang sama namun dengan bentuk yang sedikit berbeda, tujuannya untuk tidak cepat pegal pada saat bermain kunci gantung atau balok. Contoh kunci gantung yag sering digunakan oleh gitaris adalah kunci gantung atau balok F. Nah, jika dilihat posisi jari kunci gantung atau balok F jari telunjuk menekan senar dari 1 - 6. Hal ini sangat menjengkelkan karena bagi gitaris pemula untuk membentuk kunci F sangatlah susah dan tidak menghasilkan suara yang diharapkan. Tips untuk kunci gantung atau balok adalah :
  • Mengurangi jumlah senar yang ditekan dengan cara tidak menekan senar bass. Hal ini berlaku pada kunci gantung atau balok lainnya. Intinya mengurangi jumlah senar yang ditekan dengan melihat bentuk kunci tersebut. Jika Anda, melihat pada daftar kunci yang ada diblog saya, maka ada beberapa kunci gantung yang ada. Jika Anda cermat, maka cara menekan yang ada dalam daftar kunci yang bernomor 1 pada kunci gantung atau balok dapat dikurangi dengan tidak menekan senar bass pada kunci gantung atau balok.
    • Kunci gantung atau balok F, jari telunjuk hanya menekan senar ke - 1 dan 2 saja
    • Kunci gantung atau balok B, jari telunjuk hanya menekan senar ke - 1 saja
    • Kunci gantung atau balok Bm, jari telunjuk hanya menekan senar ke - 1 saja
    • Kunci gantung atau balok Fm, jari telunjuk hanya menekan senar ke - 1 sampai 3 saja
Hal yang perlu diingat pada tips ini adalah metode ini digunakan utnuk mempermudah dalam bermain gitar, dan tentunya kunci gantung atau balok dengan bentuk yang sebenarnya juga harus dilatih dan dapat dimainkan. Tips ini dapat dilakukan untuk menghindari terlalu cepatnya pegal yang dialami oleh para gitaris.

Melody Bentuk A




Titik yang ada pada fret ke – 1 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari manis

Nada yang dihasilkan yaitu :

·         Senar ke – 6, fret ke – 0 = Sol
·         Senar ke – 6, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 6, fret ke – 4 = Si
·         Senar ke – 5, fret ke – 0 = Do
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = Re
·         Senar ke – 5, fret ke – 4 = Mi
·         Senar ke – 4, fret ke – 0 = Fa
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Sol
·         Senar ke – 4, fret ke – 4 = La
·         Senar ke – 3, fret ke – 1 = Si
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = Do
·         Senar ke – 2, fret ke – 0 = Re
·         Senar ke – 2, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 1, fret ke – 1 = Sol

*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar A
**Senar dibunyikan pada fret ke – 0 artinya jari tidak menekan pada fret manapun
Bentuk melody A dapat dimainkan pada fret berapapun asalkan dengan menambahkan satu titik lagi untuk menggantikan fret ke – 0. Patokan nada yang menggantikan fret ke – 0 harus ditekan dengan memakai jari telunjuk dan pada fret lainnya ditekan dengan jari tengah, manis, dan kelingking. Misalkan melody dengan bentuk kunci A dimainkan pada fret ke – 2 (menjadi kunci dasar B). Bentuk melodynya akan sama, namun yang berbeda hanya pada penambahan titik untuk menggantikan titik pada fret ke – 0. Contohnya :

·         Fret ke – 3 = Kunci dasar C
·         Fret ke – 5 = Kunci dasar D
·         Fret ke – 7 = Kunci dasar E
·         Fret ke – 9 = Kunci dasar F
Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 4 ditekan dengan jari manis
 Titik yang ada pada fret ke – 5 & 6 ditekan dengan jari kelingking
Nada yang dihasilkan yaitu :

·         Senar ke – 6, fret ke – 3 = Sol
·         Senar ke – 6, fret ke – 5 = La
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 5, fret ke – 3 = Do
·         Senar ke – 5, fret ke – 5 = Re
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 4, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 4, fret ke – 5 = Sol
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 3, fret ke – 4 = Si
·         Senar ke – 3, fret ke – 5 = Do
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Re
·         Senar ke – 2, fret ke – 5 = Mi
·         Senar ke – 2, fret ke – 6 = Fa
·         Senar ke – 1, fret ke – 3 = Sol

*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar B
Untuk melody bentuk A, beberapa posisi nada dapat diganti menjadi seperti gambar diatas untuk memudahkan pergerakan jari untuk menekan nada – nada yang diinginkan serta pergerakan dari jari lebih efisien. List patokan fret dengan kunci dasar dengan menggunakan melody bentuk kunci A :

·         Fret ke – 0 = Kunci dasar A
·         Fret ke – 2 = Kunci dasar B
·         Fret ke – 3 = Kunci dasar C
·         Fret ke – 5 = Kunci dasar D
·         Fret ke – 7 = Kunci dasar E
·         Fret ke – 9 = Kunci dasar F


Melody Bentuk F





Titik yang ada pada fret ke – 1 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari manis

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 1 = Do
·         Senar ke – 6, fret ke – 3 = Re
·         Senar ke – 5, fret ke – 0 = Mi
·         Senar ke – 5, fret ke – 1 = Fa
·         Senar ke – 5, fret ke – 3 = Sol
·         Senar ke – 4, fret ke – 0 = La
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 4, fret ke – 3 = Do
·         Senar ke – 3, fret ke – 0 = Re
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 3, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 2, fret ke – 1 = Sol
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = La
·         Senar ke – 1, fret ke – 0 = Si
·         Senar ke – 1, fret ke – 1 = Do


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar F
**Senar dibunyikan pada fret ke – 0 artinya jari tidak menekan pada fret manapun
Bentuk melody F dapat dimainkan pada fret berapapun asalkan dengan menambahkan satu titik lagi untuk menggantikan fret ke – 0. Patokan nada yang menggantikan fret ke – 0 harus ditekan dengan memakai jari telunjuk dan pada fret lainnya ditekan dengan jari tengah, manis, dan kelingking. Misalkan melody dengan bentuk kunci F dimainkan pada fret ke – 2 (menjadi kunci dasar G). Bentuk melodynya akan sama, namun yang berbeda hanya pada penambahan titik untuk menggantikan titik pada fret ke – 0. Contohnya :

Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 4 ditekan dengan jari manis
 Titik yang ada pada fret ke – 5 ditekan dengan jari kelingking

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 2 = Do
·         Senar ke – 6, fret ke – 5 = Re
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 5, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 5, fret ke – 5 = Sol
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 4, fret ke – 4 = Si
·         Senar ke – 4, fret ke – 5 = Do
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = Re
·         Senar ke – 3, fret ke – 4 = Mi
·         Senar ke – 3, fret ke – 5 = Fa
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Sol
·         Senar ke – 2, fret ke – 5 = La
·         Senar ke – 1, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 1, fret ke – 3 = Do


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar G
Titik yang ada pada fret ke – 2 dapat diganti dengan alat bantu yaitu capo, dan cara menekan melody bentuk F menjadi sama dengan formasi awal, yaitu fret ke – 2 dianggap fret  ke – 0 jika memakai capo. Patokan fret untuk kunci – kunci dasar lain dengan kunci F dapat memakai sifat dari senar gitar yaitu, jika naik 1 fret maka nada dasar akan naik 1/2 nada dan juga sebaliknya. List patokan fret dengan kunci dasar dengan menggunakan melody bentuk kunci F :


·         Fret ke – 0 = Kunci dasar F
·         Fret ke – 2 = Kunci dasar G
·         Fret ke – 4 = Kunci dasar A
·         Fret ke – 6 = Kunci dasar B
·         Fret ke – 7 = Kunci dasar C
·         Fret ke – 9 = Kunci dasar D

Melody Bentuk C




Titik yang ada pada fret ke – 1 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari manis

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 0 = Mi
·         Senar ke – 6, fret ke – 1 = Fa
·         Senar ke – 6, fret ke – 3 = Sol
·         Senar ke – 5, fret ke – 0 = La
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 5, fret ke – 3 = Do
·         Senar ke – 4, fret ke – 0 = Re
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 4, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 3, fret ke – 0 = Sol
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 2, fret ke – 0 = Si
·         Senar ke – 2, fret ke – 1 = Do
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Re
·         Senar ke – 1, fret ke – 0 = Mi
·         Senar ke – 1, fret ke – 1 = Fa
·         Senar ke – 1, fret ke – 3 = Sol


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar C
**Senar dibunyikan pada fret ke – 0 artinya jari tidak menekan pada fret manapun



Bentuk melody C dapat dimainkan pada fret berapapun asalkan dengan menambahkan satu titik lagi untuk menggantikan fret ke – 0. Patokan nada yang menggantikan fret ke – 0 harus ditekan dengan memakai jari telunjuk dan pada fret lainnya ditekan dengan jari tengah, manis, dan kelingking. Misalkan melody dengan bentuk kunci C dimainkan pada fret ke – 2 (menjadi kunci dasar D). Bentuk melodynya akan sama, namun yang berbeda hanya pada penambahan titik untuk menggantikan titik pada fret ke – 0. Contohnya :


Titik yang ada pada fret ke – 2 ditekan dengan jari telunjuk
Titik yang ada pada fret ke – 3 ditekan dengan jari tengah
Titik yang ada pada fret ke – 4 ditekan dengan jari manis
 Titik yang ada pada fret ke – 5 ditekan dengan jari kelingking

Nada yang dihasilkan yaitu :


·         Senar ke – 6, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 6, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 6, fret ke – 5 = Sol
·         Senar ke – 5, fret ke – 2 = La
·         Senar ke – 5, fret ke – 4 = Si
·         Senar ke – 5, fret ke – 5 = Do
·         Senar ke – 4, fret ke – 2 = Re
·         Senar ke – 4, fret ke – 4 = Mi
·         Senar ke – 4, fret ke – 5 = Fa
·         Senar ke – 3, fret ke – 2 = Sol
·         Senar ke – 3, fret ke – 4 = La
·         Senar ke – 2, fret ke – 2 = Si
·         Senar ke – 2, fret ke – 3 = Do
·         Senar ke – 2, fret ke – 5 = Re
·         Senar ke – 1, fret ke – 2 = Mi
·         Senar ke – 1, fret ke – 3 = Fa
·         Senar ke – 1, fret ke – 5 = Sol


*Nada yang dihasilkan adalah nada dengan kunci dasar D
Titik yang ada pada fret ke – 2 dapat diganti dengan alat bantu yaitu capo, dan cara menekan melody bentuk C menjadi sama dengan formasi awal, yaitu fret ke – 2 dianggap fret  ke – 0 jika memakai capo. Patokan fret untuk kunci – kunci dasar lain dengan kunci C dapat memakai sifat dari senar gitar yaitu, jika naik 1 fret maka nada dasar akan naik 1/2 nada dan juga sebaliknya. List patokan fret dengan kunci dasar dengan menggunakan melody bentuk kunci C :


·         Fret ke – 0 = Kunci dasar C
·         Fret ke – 2 = Kunci dasar D
·         Fret ke – 4 = Kunci dasar E
·         Fret ke – 5 = Kunci dasar F
·         Fret ke – 7 = Kunci dasar G
·         Fret ke – 9 = Kunci dasar A


Melody Gitar

Melody gitar adalah cara memainkan gitar dengan memainkan nada – nada yang dikeluarkan oleh senar gitar. Biasanya pemain gitar memainkan melody gitar dengan variasi yang sangat banyak dikarenakan untunk menghasilkan atau membawa suasana yang lebih sehingga dapat menikmati sebuah lagu dengan baik. Dalam memainkan melody gitar, seorang pemain gitar harus memperhatikan jenis dan karakteristik lagu agar melody yang dihasilkan dapat menjadi lebih enak di dengar.Melody gitar terdiri dari beberapa bentuk, namun yang paling sering dipakai dalam bermain melody gitar adalah bentuk kunci gitar C, F, dan A. Maksud bentuk melody dari kunci dasar C adalah melody yang dimainkan berdasarkan bentuk kunci dasar C, F, dan A. Hal ini diperlukan dalam bermain gitar dalam fingerstyle. 

Memakai Feeling Atau Perasaan


Metode ini sangat sering dikatakan oleh pemain gitar yang sudah sering dalam bermain gitar untuk mencari kunci gitar atau chord dalam sebuah lagu. Sebenarnya memakai feeling atau perasaan ada rumusan tertentu yang membantu pemain gitar dalam mencari kunci gitar sehingga pemain gitar dapat mengiringi lagu yang diinginkan. Jika ingin mencari kunci gitar dengan feeling atau perasaan, maka seharusnya pemain gitar sudah biasa untuk mengiringi beberapa lagu sehingga pemain gitar ada gambaran untuk mencari kunci gitar dalam sebuah lagu. Sebelum menemukan kunci gitar dengan memakai feeling atau perasaan, perhatikan daftar kunci dibawah ini :

NO
Kunci Dasar C
Kunci Dasar D
Kunci Dasar E
Kunci Dasar F
Kunci Dasar G
Kunci Dasar A
Kunci Dasar B
1
C
D
E
F
G
A
B
2
G
A
B
C
D
E
F#
3
F
G
A
Bb
C
D
E
4
Am
Bm
C#m
Dm
Em
F#m
G#m
5
Dm
Em
F#m
Gm
Am
Bm
C#m
6
Em
F#m
G#m
Am
Bm
C#m
D#m
Setelah mengetahui kunci – kunci gitar apa saja yang digunakan dalam kunci dasar sebuah lagu, maka barulah pemain gitar dapat menentukan kunci gitar dalam sebuah lagu dengan memakai feeling atau perasaan. Rumusan untuk mencari kunci gitar dalam sebuah lagu dengan menggunakan feeling atau perasaan, yaitu :
  • Pada awal lagu kebanyakan menggunakan kunci dasarnya. Misalkan, lagu “Kerja Giat” memiliki kunci dasar D, maka diawal lagu pemain gitar dapat bermain pada kunci dasarnya yaitu chord D atau chord bernomor 1
  • Pada akhir lagu kebanyakan menggunakan kunci dasarnya (sama halnya dengan awal lagu)
  • Jika nada dari sebuah lagu terdengar naik atau tinggi, maka chord yang dapat digunakan yaitu chord bernomor 3
  • Jika nada dari sebuah lagu terdengar naik atau tinggi namun ingin memberikan suasana yang berbeda, maka chord yang dapat digunakan yaitu chord bernomor 5 atau 6
  • Jika nada dari sebuah lagu terdengar turun atau rendah namun ingin memberikan suasana yang berbeda, maka chord yang dapat digunakan yaitu chord bernomor 4
  •  Jika nada agak lebih tinggi dari awal lagu, maka chord yang dapat digunakan adalah chord bernomor 2
  • Untuk menyambung dari bait pertama ke reff atau dari bait pertama ke bait kedua dapat menggunakan chord bernomor 2

Rumusan diatas adalah rumusan yang tidak pasti, hanya bersifat membantu untuk menemukan kunci gitar dengan menggunakan feeling. Biasanya sebuah lagu memiliki tingkat variasi kunci yang berbeda sehingga selain rumusan diatas, pemain gitar harus terbiasa untuk mendengar dan mencoba – coba kunci gitar mana yang cocok.